Menggunakan Mail Merge untuk Penulisan Dokumen di MS Word dengan “Database” MS Excel

Mail merge merupakan fitur dari document editor Word yang berfungsi untuk membuat dokumen secara massal dengan data yang bersifat personal. Contohnya, pembuatan surat panggilan penyelidikan, dokumen kontrak asuransi, dokumen tagihan billing bulanan, atau bisa juga surat keterangan mahasiswa. Jenis dokumen yang dicontohkan sebelumnya, semuanya bersifat “templating” dalam artian memiliki kata-kata yang sudah diatur, bersifat formal, dan seragam. Akan tetapi, setiap dokumen tersebut diserahkan pada individu dengan data yang berbeda satu dengan lainnya.

Untuk jaman now, mahasiswa IT biasanya akan dengan mudah membuat dokumen templating ini dengan sistem yang dibangun menggunakan bahasa pemrograman dan database management system (DBMS) tertentu. Akan tetapi, untuk orang yang tidak mempunyai latar belakang IT, pembuatan aplikasi tersebut, mungkin sulit dilakukan. Untuk itulah, editor dokumen menyediakan fungsi tertentu agar menangani kondisi tersebut, yaitu pembuatan dokumen dengan mail merge. Walaupun jaman sekarang semua sudah serba otomatis menggunakan sistem komputer, fungsi mail merge masih banyak digunakan di beberapa perusahaan untuk menuliskan hal-hal yang tidak dicakup oleh sistem/aplikasi.  Sesuai namanya, mail merge dimaksudkan untuk “menggabungkan” mail. Hal yang digabungkan adalah template surat dari Word, dan data surat dari Excel. Data surat tidak harus dari Excel, bisa juga dalam bentuk yang berbeda, tapi pada tulisan ini, mengkhususkan pembahasan pada dokumen Excel.

Pada tulisan ini, kita akan melihat cara menuliskan dokumen berupa surat pemanggilan kepada orang tua/wali siswa di sebuah sekolah. Hal pertama yang harus dilakukan yaitu membuat data “personal” yang dibutuhkan untuk membuat surat tersebut. Data ini dibuat dalam file Excel. Contoh file yang dapat dibuat:

Berdasarkan data di atas, dapat dibuat template dokumen dalam file Word. Pengetikan dokumen dilakukan seperti biasa, akan tetapi, terdapat tahapan tambahan, yaitu menambahkan data penerima dokumen. Hal ini dilakukan dengan memilih tab “Mailing” dan pilih “Select Recipient” –> “Use an Existing List”, lalu pilih dokumen Excel yang telah dibuat sebelumnya.

Setelah menekan OK, beberapa menu pada tab Mailings akan aktif. Hal ini menandakan pengetikan surat telah dapat dikombinasikan dengan data dari file Excel.

Ketik surat seperti biasanya, akan tetapi pada kata-kata yang membutuhkan data dari dokumen lain (file Excel), maka pilih “Insert Merge Field”, dan pilih data yang dibutuhkan. Contoh surat yang dapat ditulis berdasarkan data sebelumnya adalah sebagai berikut:

Hal yang berbeda terlihat dari teks yang diapit dengan tanda “<<” dan “>>”. Teks tersebut merupakan efek yang didapat dari “Insert Merge Field”. Setiap data yang ada, akan diganti dengan data dari Excel. Untuk melihat hasil “merge” antara 2 dokumen ini, dapat dipilih menu “Preview Result” dari tab Mailings. Dan untuk mengganti data yang dimunculkan, dapat dipilih panah kiri/kanan, atau masukkan angka sesuai urutan yang terdapat di file Excel.

Berikut hasil preview result dari dokumen Word sebelumnya.

Dokumen di atas sudah dapat di-print seperti biasa. Akan tetapi, terdapat hal yang berbeda. Format tanggal yang diberikan tidak sesuai dengan harapan. Seharusnya, tanggal pemanggilan dituliskan 08-04-2019. Akan tetapi, yang tercantum pada dokumen adalah 4/8/2019. Penulisan tanggal dituliskan dengan format m/d/yyyy. Hal ini tidak sesuai harapan. Untuk menangani hal tersebut, lakukan hal berikut:

  1. Pada dokumen Word, dengan bagian yang ingin diubah formatnya (field Time) tekan Shift+F9 (OS: Windows). Konfigurasi keyboard berbeda untuk Mac. Maka, tampilan akan berubah dari <<Time>> menjadi {MERGEFIELD Time}.
  2. Ubah format dari mergefield, dengan mengubah dari {MERGEFIELD Time} menjadi {MERGEFIELD Time \@ dd-MM-yyyy}

Preview result kembali, dan dokumen akan berubah. Lakukan hal yang sama untuk penempatan tanggal di bagian tanda tangan. Maka tampilan dokumen sebagai berikut:

Untuk pengubahan format, berlaku juga bagi tipe data numerik. Berikut beberapa alternative yang sering digunakan untuk pengubahan format:

Sumber diambil dari sini

Untuk melakukan print, fungsi print dapat dilakukan seperti biasa. Jika dokumen yang ingin dicetak banyak sekaligus untuk nomor tertentu, dapat memilih menu “Finish & Merge” –> “Print Documents”. Maka akan muncul pop-up window “Merge to Printer” seperti berikut:

Jika ingin mencetak semua data yang berasal dari Excel, pilih All. Atau juga dapat memilih Current Record untuk mencetak yang sedang dilihat. Selain itu dapat pula memilih data nomor berapa yang akan dicetak dengan memasukkan nomor pada “From” dan “To”.

Begitulah cara menggunakan Mail Merge di dokumen Word & Excel. Selain menulis surat penting, Mail Merge juga dapat digunakan untuk membuat sertifikat kehadiran peserta, sertifikat kepanitiaan, dan hal-hal lain yang bersifat templating.

Note: Tulisan ini merupakan tulisan request dari seseorang yang kabarnya ga jadi dipublish. Jadi, daripada ga jadi dipublish mending dibikin self publishing 😀 Semoga membantu yah..

Advertisements

[Review Buku] Pengurus MOS harus Mati

Judul: Pengurus MOS Harus Mati
Author: Lexie Xu
Jumlah Halaman: 304
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Resume:
Hanny Pelangi mendapat tawaran bergabung menjadi pengurus elite di sekolahnya, yaitu menjadi panitia MOS (Masa Orientasi Sekolah). Tawaran ini merupakan kehormatan sendiri bagi Hanny karena Hanny adalah siswa biasa yang tidak aktif di keorganisasian. Selain itu, faktanya tidak semua anggota organisasi bisa menjadi panitia MOS. Bahkan, dari 50 anggota OSIS, hanya 17 orang yang terpilih untuk menjadi panitia MOS. Dan salah satunya, Benji, sang ketua OSIS SMA Persada Internasional, dan juga pacar Hanny. Pada kegiatan tahun MOS di masa kepemimpinannya, Benji menginginkan acara MOS yang tidak biasa untuk dilaksanakan di sekolah. Ide yang diberikan adalah, pelaksanaan MOS yang dilakukan selama 6 hari yang menyiksa, dan di hari terakhir, puncaknya terdapat party yang tidak terlupakan sehingga menjadi moment penting bagi siswa/siswi baru.

Strategi untuk “menyiksa” anak-anak baru ini adalah dengan membentuk cerita-cerita misteri, horor, dan mengerikan. Setelah cerita tersebut disebarkan, beberapa kelompok anak harus terlibat untuk mengalami kejadian horor tersebut. Setiap cerita dikarang oleh beberapa panitia MOS yang diketahui oleh seluruh panitia MOS tersebut. Ide tersebut tentu saja tidak biasa, sehingga menimbulkan pro dan kontra. Kritik tajam berasal dari Frankie, satu-satunya siswa kelas 11 yang bukan siswa baru (tinggal kelas). Frankie bergabung atas saran kakaknya, Ivan yang juga menjadi panitia MOS dan aktif di kegiatan kesiswaan untuk bidang atletik. Walaupun demikian, acara tersebut tetap berlangsung sesuai dengan arahan ketua OSIS (dan juga ketua panitia MOS–mungkin).

Hari pertama, kegiatan “penyiksaan” berjalan lancar. Sampai cerita horor pertama diperdengarkan. Setelah cerita tersebut disampaikan, cerita seram tersebut menjadi kenyataan, bahkan menimbulkan korban, termasuk panitia MOS itu sendiri. Termasuk Hanny Pelangi. Walaupun muncul korban, kegiatan MOS tetap dilaksanakan di hari berikutnya dengan spirit “menyiksa siswa baru hingga mendendam pada panitia MOS”. Keputusan yang tidak tepat, karena selama kegiatan dilaksanakan, panitia MOS yang mengarang cerita seram itu sendiri yang menjadi korban akan ceritanya. Dan bukan panitia MOS saja yang menjadi korban, tapi juga orang di sekitarnya.

Frankie yang melihat pola atas jatuhnya korban tersebut mencoba mencegah jatuhnya korban yang lebih banyak. Bersama Hanny, Frankie mencoba menghadapi semuanya. Akan tetapi hal tersebut sia-sia. Kejadian seram tetap menjadi kenyataan, dan beberapa suspect muncul hingga puncaknya, cerita seram terakhir menguak siapa dalang dari semua kejadian-kejadian mengerikan tersebut.

Opini:
Bagus. Keren… tapi ga sekeren itu. So so lhah.. itu yang kepikiran di saya pas namatin buku ini. Mungkin saya membaca buku ini dengan harapan lebih, dan sayangnya hal tersebut tidak tercapai. Buku ini merupakan seri kedua dari seri “Johan Series”, dan rasanya ga ada hal baru yang ditawarkan author di buku kedua-nya dibandingkan buku yang pertama. Ada sedikit “humor”, cerita mengerikan, penuh aksi, red-herring layaknya novel misteri (sumpah, ini ganggu banget), dan twist di akhir cerita.

Akhirnya yang ngegantung jadi petunjuk kalau “Johan Series” belum tamat. Dan saya agak sedikit keganggu sama fakta ini. Secara pribadi, saya ga suka cerita yang bikin penasaran dan gantung. Sukanya sama ending yang “selesai” dan berakhir bahagia. Minimal, feeling-nya kayak “satu akhir cerita merupakan awal dari cerita yang lain” lhah.. itu ga masalah c.. karena walau bersambung, tapi udah selesai. Dan buku ini ga gitu.. karena si tokoh utama antagonis-nya malah belum muncul. Cuma muncul namanya doang.

Cara penceritaan dari sudut pandang Hanny yang terlalu “apa-adanya” dan penuh glamoritas, bikin cerita ini enak buat dibaca. Beberapa reader mungkin justru ga suka yah.. karena penceritaanya bikin cerita seramnya jadi lebih “light” dan jadi kurang berasa cerita thriller/misteri. Walau gitu, justru hal itu yang bisa bikin saya namatin buku ini dari awal sampai akhir, bahkan masih mau baca seri selanjutnya.

Overall, ceritanya bagus, tokohnya punya karakter yang “ngalir”. Kejadiannya enggak masuk akal. Itu pasti yah. Soalnya dari buku 1 pun, cerita ini udah keliatan ga masuk akalnya. Cerita sampingan berupa kisah cinta tarik ulur antara Hanny dan Frankie pun lumayan menghibur. Cuma yaaa itu. Ga ada hal baru yang disampaikan di sini. Dan bahkan muncul red-herring yang ga total di sini. Kalau kamu baca resensi-nya di goodreads, bilangnya… semua petunjuk mengarah ke Jenny, sahabatnya Hanny. Tapi, kalau ga salah ingat, cuma butuh beberapa halaman aja sampai “petunjuk palsu” itu menemukan kesaksiannya yang ga berdasar. Well, itu spoiler c. Tapi jelas banget ini ngeganggu. Kayak red-herring tapi berasa bukan. Yah gitu deh.

Singkat cerita… 3 bintang buat novel dengan cerita seram yang penuh adegan manis.

Bukti

Temen saya beberapa hari lalu bilang ke saya gini..

Gw sedih! Gw punya statement “gw itu ganteng”. Gw ngebuktiin ke orang2, tapi mereka malah nyoba buat meyakinkan gw kalau gw itu buruk rupa. Ini versi upgrade dari statement di sidang MK, bro!!

Well, terlepas dari ke-alayan statement di atas, saya tuh jadi kepikiran satu petuah yang didapat dari temen lain di lain kesempatan.

Hidup itu memang ga adil, tapi bersyukurlah, karena kamu ga tau kapan ketidakadilan itu berpihak ke kamu

Yah.. semoga teman saya itu mendapat keberpihakan dari ketidakadilan itu yah suatu saat.

Cheer up for you, bro. 😉🌞

9-TEEN(나인틴) – 세븐틴(SEVENTEEN) COVER

Lagi suka sama lagu di atas. Kabar yang beredar dari pecinta Drakor remaja kekinian, ini ost dari drama series yang ada di YouTube dengan judul 9teen.

Well, personally, i don’t know about dramanya yah. Belum nonton, plus belum mau cari tau buat nontonnya. Cuma suka ajah ama lagu di atas. Ost drama yang dinyanyikan band seventeen ini (seventeen tuh band Korea lhoh ya, bukan Indonesia), di-cover sama pemain drama itu sendiri–which is member idol dari grup golden child. Dan di video itu, dia nge-cover lagu ost dramanya bareng temennya sesama idol dari golden child.

Btw.. temennya si pemain drama itu, keren banget nyanyinya. Check this video to find out his talent.

Keren yah.. anak berbakat jaman sekarang mah enak yah kalau mau pamer.. bisa punya penyaluran bakat yang sifatnya komunal. Keinget aja c jaman dulu, kalau mau terkenal musti unjuk gigi di AFI Junior atau idola cilik. Heu.. 😁

Balik lagi ke video paling atas.. kalau diperhatiin berulang kali.. itu si pemain drama sama temennya kayak pakai cincin coupling gitu kan yah. Kyaaa~~~ kawaii.. 😆😆😘 walau kabar yang beredar, itu bukan cincin coupling, tapi cincin identitas grup mereka.. yaaa si golden child itu. Kecewa dikit c 😣 tapi yaaa gapapa lhah ya. Btw, saya bukan fudanshi yah. Cuma sukak aja kalau ada bromance2 gitu.

Begitulah.. keren yah.

A for Attitude

Hmmm.. pemberitaan awal tentang salah satu artisnya yang ngasih petuah bijak ke grup Rookies bentukan ajang adu bakat (which is kejadian.. and maybe they-Rookies’ group member learned- it the hard way). Terus info betapa suksesnya dia sebagai CEO.

Arah informasi berbalik penyerangan pada pihak yang sama setelah kasus dunia-malam-berkonotasi-negatif. Terus, ada kabar juga artisnya yang ninggalin stage pas perform karena dress malfunction (?) Dan Itu dapat kritik dari fans. Ditambah pemberitaan tentang member grup Rookies yang bahkan belum debut, tapi ngasih sinyal dukungan yang jelek buat grup seniornya.

Beberapa saat kemudian, ada tuduhan artisnya yang mau beli barang terlarang buat konsumsi pribadi. Terus artis itu diputus kontraknya.

Dulu c yah, Ada pemberitaan kalau pihak yang punya artis itu melihat talent dibanding pembawaan dan sifat artisnya. Berkiblat aliran musik (dan pencapaiannya) ke gaya western, terutama Amerika. Ga tau bener atau enggak.. tapi yaaa inilah faktanya sekarang beberapa bulan belakang.

Ga tau juga, ini tuh emang dunianya yang sebenarnya kelam, cuma lagi kurang daya yang nyebabin kurangnya sumber cahaya ajah terus bikin kelam-nya jadi keliatan banget.. atau emang karena orang berbakat itu lemah di attitude kayak stereotipe kebanyakan (?). I don’t know..

Namanya juga Attitude yah. Diawali huruf A, juga diakhiri huruf E. Apapun mah bisa..

Dan apa maksud yang ingin disampaikan tulisan ini (?) Well.. ga ada c.. cuma antara kaget atau ga kaget aja ketuanya jadi mengundurkan diri dengan cara gini.

Pamit

Moment yang paling ditunggu pas bulan puasa itu.. pastinya.. liburan idul Fitri-nya!! Eung.. Buat saya c gitu yah.. 😁

Yang jelas, idul Fitri tuh dinanti banget kehadirannya pas bulan ramadhan.. Tentu aja kan yah. Beberapa mungkin ada yang bilang, yang dinanti tuh idul Fitri-nya karena.. udah bisa buka usaha makan/minum pas siang2, udah boleh makan/minum juga.. dapat THR.. atau bisa dapat diskon besar2an dari retail tertentu. Dan yang paling lazim.. bisa kumpul Ama sodara2 di momen liburannya yang panjaaaaang pake banget.

Buat salary-man macam author blog ini dan teman-teman seperjuangannya, libur idul Fitri tuh anugerah c yah. Mayan, seminggu lebih chuy, liburnya. Dan.. moment yang paling ditunggu-tunggu sebelum liburan itu adalah.. kegiatan maaf2an sebelum libur panjang terus pergi mudik.

Buat saya, walaupun ini dilakukan tiap tahun, tapi tetep aja selalu berkesan. Apalagi kalau udah pamitan Ama mantan majikan. Berasa gimanaaaa gitu. Ada rasa berterima kasih atas bantuan teman2 setahun belakang, sedih karena bakal lama ga ketemu, plus senang karena udah waktunya liburan.

Well, biasanya c gitu. Tapi tahun ini beda eung. Ga tau kenapa.. tapi perasaan campur aduk itu cuma kerasa galau sedih2 ga jelas gituh. Awalnya c biasa aja lhah ya Ama orang2 sekantor.. tapi pas pamitan Ama mantan majikan di parkiran, tambah lagi pas beliau bilang “titip salam buat ayah ya”, rasanya teh agak2 gimana gitu. Agak pengen nangis. 😣

Apa karena ga langsung caw mudik abis jam kerja (which is jam kerjanya cuma setengah hari ajah)? Atau karena masih banyak dokumen yang musti diselesaikan tapi males dikerjain yang akhirnya numpuk? Atau karena musti ikutan kelas training online selama sebulanan pas libur ini?

I don’t know.. ga tau juga saiah. Yang jelas, liburan kali ini pamit2annya berkesan gitu. Dari tahun ke tahun, saya mah ngerasa idul Fitri yaaa kayak tanggal merah lainnya yah. Sama lhah Ama moment 17-an. Cuma moment pamit plus salam-salaman itu yang bikin beda. Tapi sekarang.. tahun ini tuh.. bahkan pas moment salam2annya kerasa hampa..

Hhhh.. tapi kalau diliat2 lagi.. kapan c nih author blog ga galau Ama hampa2 ga jelas gitu. Well, normal.

Okeh.. apapun itu.. buat kamu yang baca tulisan ini di moment yang tepat.. met idul Fitri yah buat yang merayakan. Selamat liburan, semuanya..

Oiya, momen idul Fitri di Indonesia, pakai maaf2an juga kan yah.. jadi.. mohon maaf lahir batin, Minna 🙂 minal Aidin wal Faidzin

Bubar

😭😭😨😨😨😭😭😭😭😨😨😨😭😨

Dan akhirnya.. satu lagi kabar tidak menggembirakan dari boyband favoritnya author blog inih.. huweeee..

Uhmmm.. buat kamu yang bingung dan mau tau.. jadi ceritanya, Boyfriend, salah satu boyband asal Korea Selatan, menyatakan pembubaran grup tersebut melalui agensinya. Huweeeeewwwww.. 😭😭😭 mungkin beberapa dari penggemar K-Pop kekinian yang hafal banget Ama wajah personil BTS ga tau sama boyband satu inih. Tapi, buat penonton anime fanatik yang nonton Mentaitei Conan dari lagu opening sampai ending tanpa skip, pasti tau banget boyband inih. Soalnya mereka yang nyanyi ending song (ke-44 kalo ga salah) yang judulnya Hitomi no Melody.

Tidaaaaakkkk!!!!!

Setelah jadi fanboy bertahun-tahun. Huhuhuhu.. inikah akhirnya?! Well, semua emang bakal berakhir c yah. Tapi ini terlalu.. huhuhu..

Mungkin ini pertanda admin blog inih udah semakin tua yah. Boyband di jaman blog ini masih produktif nulis pun akhirnya bubar juga. Apa blog ini juga bentar lagi tamat?! Toh tulisannya makin nirfaedah 4 tahun belakang ini.. Huhuhu. Tapi well, yah.. ga masalah juga c. Makin tua, makin banyak c kayaknya yang bisa diurus. Contohnya.. Uhmmm.. sibuk perang komen2 di WA/FB terkait pilpres mungkin. Yah, kali ajah yah. Paling ga, menurut pendukung masing2 lebih guna gitu kan yah dibanding teriakin nama Donghyun, atau Minwoo sambil nangis2 ekspresif berasa ketemu idola padahal cuma pandangan monitor ajah.

Nooooo.. btw, itu scene di atas bukan dari concert-nya boyfriend yak. Itu dari channel YouTube YG Treasure Box pas treasure 13 tampil.

Tidaaaakkkk..

masih ngerasa hilang harapan-🤧

Tarif

Sebagai orang yang berenang di dunia IT (iya, berenang–soalnya kalau pakai bahasa “terjun” udah biasa), saya ngerasa ini tuh dunia yang dinamis banget yah. Mulai dari teknologi-nya, metode-nya, sistem-nya, requirement-nya, bahasa yang dipakai, variasi keilmuan, implementasi. Banyak banget hal-hal yang bisa ditekuni untuk dipelajari. Walau basic-nya tetap hal2 remeh semacam perulangan, pengkondisian, konsep variabel & konstanta, dll. Mungkin bukan cuma dunia IT aja c yang gini.. dunia keilmuan lain kayaknya juga sama ajah. Paling.. apa yah yang keilmuan yang ga berkembang dari segi materi? uhmmm.. mungkin “agama” kali yah. Implementasi mungkin berkembang menyesuaikan kondisi. Terus dilengkapi sama analogi2 yang menyebabkan munculnya hukum boleh atau enggak-nya sesuatu untuk dilakukan. Tapi walaupun gitu… teori pasti sama kan yah?! Soalnya, kalau ada teori baru dalam satu agama, bisa jadi ntar di-cap sesat, minimal rusuh lhah. Masalah kata kafir & non-muslim kemarin, sampai ribut kan yah.. 😐

Apapun itu, kita ga bahas isu agama itu… kita balik lagi ke ceritanya… tentang exist-nya saya di “dunia” dengan 2 huruf itu. Jadi, saya ngerasa banyak banget varian di bidang IT. Keilmuan itu pasti! Tapi yang lebih variatif lagi, itu… tarifnya! Sebenernya ga jauh beda c yah sama kerjaan di bidang lain… contohnya, kayak kerjaan di bidang kesehatan deh.. gaji perawat RS kelas A, pastinya lebih gede kan yah dibanding perawat yang kerja di RS kelas D. Gitu juga di IT. Sama! Tapi, penentuan tarif ini beneran bisa beragam banget. Karena orang-orang di dunia IT, terutama di bidang software programmer, bisa ngambil kerjaan yang dikerjain secara remote, dari luar negri dengan tarif dolar. Walaupun secara rate masih rendah, tapi kalau ngikutin kurs, lumayan to the moon.

Okeh… itu hal masuk akal. Dan kenapa pembicaraan tentang tarif ini bisa masuk dalam tulisan di blog ga jelas ini?! Jawabannya ga lain ga bukan, karena blog ini emang ga jelas! Hehehe…

Enggak.. nggak yah, balik serius deh… jadi, mulai tahun kemarin, ceritanya saya agak “serius” nge-garap kerjaan tambahan. Mulai dari yang ga ada hubungannya ama dunia IT, semacam dagang jadi re-seller makanan cemilan sehari2, dan ngambil kerjaan lain yang masih di bidang IT semacam jadi trainer atau part-time programmer. Di sini lah, saya tuh baru ngerasa, ternyata luasnya dunia IT juga berdampak pada pembiayaan hidup para part-timer yang semakin beragam.. Dan keragaman yang dulunya (biasanya) ditentukan oleh pelaku kerja (si part-timer maksudnya), sekarang ditentukan oleh pelaku usaha.

Kenapa saya bilang gini, karena, 2 hari lalu… iya, beneran baru kemarin2 banget! Saya dapat tawaran buat jadi part-time programmer buat nge-train data di ANN plus GA. Teknis kerjaan, masih samar sebenernya… tapi ngelihat yang ngasih kerjaan itu kayaknya c ituh full-focus-job dah. Uhhmm… itu istilah saya c yah, intinya… saya bekerja sebagai mitra individu yang terpisah dari perusahaan. Dia pakai prinsip black-box di sini. Kasih data, metode bebas, fasilitas mandiri, output harus ada gimana pun caranya. Samaan lhah, kira2 kayak mitra Grab/Gojek gitu… cari nafkah pakai motor sendiri, tapi difasilitasi data yang mau pakai jasa kita siapa. Dan pas prospect, dia bilang kalau saya itu pilihan terakhir dari kepanikan si pemberi kerja. Dia ga punya pilihan lain selain saya. Ya ya ya.. saya c cukup sadar diri ajah ya, kemampuan ga nyekill lhah. Hahaha…

Cerita masih belum selesai… intinya kan tarif yah. Nah, tarifnya ituh… berkisar di 1,5 – 2 juta. Uwooww! Gw ga tau ini sesuai atau enggak, tapi buat saya pribadi, ini murah pisan! Oiya, dan saya bukan expert yah! Saya ngelihatnya dari kondisi di jaman machine learning & deep learning yang lagi booming di jaman kekinian ini. Kerjaan praktisnya, pasti butuh usaha dalam demand & supply yang ga sebanding. Keliatan jelas yah, demand mah pastinya banyak! Tapi “supply” mungkin enggak. Walau jumlah praktisi plus lulusan IT itu ada banyak banget, tapi kayaknya c lebih terkonsentrasi sama programmer web, android, atau implementasi IOT di mesin-buah2an (u know what I mean). Dan buat expert data… uhmm, secara teori c mungkin banyak yang ngerti. Tapi pas masuk ranah coding, uhmm, kemungkinan.. kecil deh, angkanya. Saya ga mau bilang akhir dari negosiasi itu, jadi… berhenti di sini aja cerita bagian 1-nya yah. Iya! Bagian 1.. karena ada bagian 2 di paragraf berikutnya.

Di lain kesempatan, akhir tahun kemarin, saya juga dapat kerjaan part-timer. Dalam waktu 3 hari sajah! Jadi trainer.. dan ini tuh terima bersih ceritanya. Beda sama “mitra individu” kemarin, di sini saya “dianggap” bagian dari perusahaan walau cuma 3 hari. Iya! Kontraknya harian. Selama masa kontrak, saya difasilitasi dengan output yang udah ditentukan. Dan.. tarifnya, 6x dari cerita bagian 1. Iya, banyak c… tapi itu bayaran tim. Kita 1 tim, 3 orang. Jadi, masih 2x-nya lhah, dibanding tarif dari cerita bagian 1. Dan waktu itulah, saya jadi kepikiran sendiri. Gimana sebenernya sistem part-time sekarang yang umum. Kalau dulu, rate ditentukan si part-timer, jadi si pemberi kerja cuma take-him/her or leave-him/her. Pandai2 si pelaku kerja lhah. Kalau sekarang, kayaknya c beda yah.. apalagi sejak ada perusahaan dengan konsep “mitra” ini, belum lagi dibekali regulasi dari pemerintah. Jadi.. makin seragam ajah rate-nya.

Begitulah… intinya, mau curhat aja c. Baru dapat tawaran kerjaan tambahan. Itu aja. Hehehe… tapi seriusan, saya tuh kepikiran sistem penetapan honor part-timer di Indonesia sekarang, khususnya area WIB kalau lokal tuh gimana yah? Buat kamu yang tahu, boleh lhoh yah kasih infonya di kolom komentar. Biar part-timer lain yang ga sengaja mampir ke tulisan ini juga tahu infonyah.

Berlatih

Kemarin dapat petuah gini.

Udah lama ga ketemu, kok ga pinter2 juga c.. Makanya, pinter tuh dilatih biar bego-nya ilang.

Dan saya.. cuma bisa diam. Jadi bingung sendiri.. Baru tau kalau pinter itu bisa dilatih. Taunya c, sering2 latihan supaya ahli biar dicap pinter plus jago..

tapi ga tau cara ngelatih kepintaran tuh ternyata ada caranya juga 😶😶

Terbanyak

Katanya.. suara sekecil apapun akan berarti. Tapi namanya juga sistem “dominasi” c yah. Suara kecil itu memang berarti. Memang sangat memiliki artinya sendiri.. tapi.. fakta itu cuma berlaku kalau suara tersebut akhirnya menjadi “dominan”. Kalau enggak, yah.. begitulah.

Kata mereka, demokrasi itu… Suara terbanyak adalah suara “tuhan”. Selama suara tersebut bukan yang terbanyak, seberarti apapun itu. Tetap aja bukan suara “tuhan”, kan yah.

Ehhmm.. saya teh ngomong apa c.. hhh.. gini deh kalau udah “kecapekan” terus tonton tv. 😶