Permintaan Sederhana

Sekarang.. gw sering kepikiran.. tentang kembali ke masa lalu.. masa2 dengan kondisi kalo yang gw tangisin cuma kalo diabaiin ama kecengan. Masa pas kata2 “gw mikirin idup gw aja bisa nangis” sebagai sebuah candaan. Masa2 waktu yang gw peduliin cuma nilai di transkrip plus kapan harus her-registrasi.

Masa2 pas kesedihan yang gw rasain itu cukup sederhana… Masa2 pas gw nangis bukan karena keputusasaan dan rasa sedih karena kehilangan… Masa2 pas aer mata yang jatuh karena gw ngerasa ditinggalkan karena diabaikan.

Ketika kebahagiaan dan panjang umur masih jadi pinta gw pas berdoa. Ketika pengampunan dan terhindar dari dosa menjadi permohonan gw buat keluarga gw.

Yaaa.. gw rindu masa2 itu.. dan ingin kembali di waktu tersebut.. Bukan karena gw menyesali yang sekarang, tapi karena gw ngerasa ga bisa lagi menjalani masa yang sedang gw lalui.

Memang melarikan diri bukan jalan terbaik. Gw tau itu.. Berputus asa akan rahmat sang penguasa juga bukan hal yang pantas buat dilakukan. Gw juga tau itu.

Tapi entah kenapa.. memohon akan kesedihan yang sederhana terasa lebih masuk akal sekarang dibandingkan meminta kebahagiaan akan rasa berkecukupan.

Yahhh… sepertinya gw musti banyak2 doa dan menyadari doa gw. Karena cuma doa yang dimiliki seorang hamba sebagai bentuk permohonan akan sebuah permintaan, kan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s