[Resume Buku]

Diambil dari Goodreads

Judul: The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of the Window and Disappeared
Author: Jonas Jonasson
Translator: Marcalais Fransisca
Penerbit: Bentang Pustaka
Jumlah Halaman: 508

Resume:
Seorang kakek tua telah kabur dari Rumah Lansia, sebuah tempat yang harus ia anggap “rumah” beberapa bulan terakhir. Kaburnya Allan, si kakek tua, dilakukan beberapa menit sebelum perayaan ulang tahunnya yang ke-100. Kepergian ini bukanlah tanpa alasan. Ia memiliki alasan yang kuat, hanya saja kepergian tersebut tidak memiliki tujuan. Karena itulah, ketika ia menaiki bus, hanya 50 krona (1 krona sekitar 17 ribu rupiah) yang ia berikan kepada pengemudi sambil menanyakan tujuan yang bisa ia capai dengan harga tersebut. Stasiun Byringe seharga 48 krona menjadi jawaban yang diterima Allan sehingga ia memutuskan untuk mengikuti jalur tersebut. Tetapi, bukan hanya dirinya yang ia bawa di jalur itu. Sebuah koper juga ikut bersamanya. Sebuah koper yang dititipkan oleh seorang pemuda di stasiun karena pemuda tersebut ingin ke toilet menuntaskan hasratnya. Koper ini akan menjadi permasalahan karena si pemuda merupakan anggota kelompok Never Again–kelompok anarkis dengan anggota eks-narapidana dan bisnis yang jauh dari kata legal.

Kepergian Allan merupakan satu hal yang mencengangkan sekaligus mengkhawatirkan, dan menimbulkan kehebohan di mana-mana. Pengejaran dilakukan oleh dua pihak dalam tujuan yang berbeda. Satu pihak mengejar Allan, dan pihak lain mengejar koper yang dibawa Allan. Kejadian demi kejadian terjadi, mulai dari pertemuan Allan dengan Julius, pengejaran yang berhasil dilakukan oleh si pemuda-anggota-Never-Again, pertemuan dengan Benny, Gunilla, dan banyak lagi pertemuan lainnya.

Secara terpisah, cerita Allan mengenai kehidupan masa lalunya, menjadi sisipan di antara cerita pengejaran yang terjadi di tahun saat ulang tahun Allan yang ke-100. Allan ternyata bukan warga Swedia biasa. Ia merupakan ahli peledak. Keahlian yang sangat dibutuhkan di jaman itu. Sehingga, dalam hidupnya, Allan bertemu dengan tokoh-tokoh penting yang diceritakan dalam sejarah. Mao Tse Tung, Chiang Kai Sek, Harry S. Truman, Kim Jong Il, bahkan secara tidak langsung berhubungan dengan presiden Suharto. Sampai akhirnya, di ulang tahunnya yang ke-100, Allan pun diminta perwakilan pemerintah Indonesia untuk membantu beberapa hal terkait bom atom.

Opini gw:
Uhhmmm… maaf kalo resume di atas agak2 spoiler. Gw asli gak maksud banget. Tapi yah.. gitu yang bisa gw ceritain. Bisa lebih banyak lagi, tapi gw mencoba sebisa mungkin menahan diri dan itulah hasilnya. Yaaa.. banyak hal yang mau gw tulis tentang alur cerita buku ini. Terutama tentang Amanda dan Herbert Einstein, Indonesia dan lebih banyak lagi tentang Indonesia. Yah, ada beberapa hal lain tentang sejarah dari negara lain, tapi sayangnya sejarah dan geografi bukan 2 mata pelajaran yang bikin gw tertarik pas es em a. Jadi yaaa… gw agak2 skip gt bacanya. Sekedar memahami alur cerita si Allan udah ketemu tokoh sejarah siapa ajah dalam idupnya.

Banyak hal yang bikin gw kagum buat novel ini. Ceritanya, alurnya, tokoh-tokohnya, bahkan sindiran kasar yang lebih terasa sebagai celaan kepada berbagai hal. Ada banyak hal yang gw suka… tapi pastinya bukan tentang penggambaran negara Indonesia. Gak seperti pembaca goodreads kebanyakan (yang kayaknya ketawa2 abis ngebaca versi asli buku ini–yang pastinya beberapa orang setau gw termasuk WNI), gw malah ngebacanya dengan sikap hampir gak terima.

Yah, gimana enggak… Indonesia secara gak langsung disebut sebagai negara berbudaya korup dengan penyebutan langsung pake kata “Tempat semua hal bisa dibeli dengan uang”. Suap menyuap merupakan hal biasa. Bahkan, menurut Allan, Richard Nixon–presiden ke-37 US, akan sukses berkarir di Indonesia dengan penjelasan berupa latar belakang pengunduran diri sang presiden dari jabatannya. Hhhh…. Belum lagi tentang pengangkatan Amanda Einstein jadi duta besar Indonesia buat negara France. Weeww banget dah! Tapi, itu gak mungkin ada asap kalo gak ada api kan, yah?! Udah jadi pemakluman buat warga di negara ini terkait hal2 sejenis walo gak semuanya gitu. Tapi… bukan cuma Indonesia yang kena opini negatif dari Allan… Dalam pengelanaannya ke berbagai negara, Allan juga membuat sindiran kasar pada berbagai hal. Jadi… yah, sama2 memperbaiki diri ajah.

Yah, begitulah… gw gak bisa komentar lebih banyak. Karena buat gw, buku ini emang cuma cerita 2 hal besar: pertama sejarah dunia, dan kedua pelarian Allan dari orang2 yang berkepentingan. Dan gw lebih sukak yang kedua dibanding yang pertama. Maklum ajah, gw suka ngelamun pas dulu guru sejarah gw nerangin tentang revolusi di berbagai negara di dunia. Tapi buat yang kedua, gw gak bisa berkomentar lebih banyak lagi… Karena kesannya “lucu” banget.

Buat bukunya, gw ngacungin jempol buat translator dan semua pihak yang berada di balik terbitnya buku ini di Indonesia. Berasa pas ajah c… Tiap kata-katanya gw bisa ngerti dengan baik. Beberapa kalimat ada yang musti gw baca ulang, tapi itu kayaknya karena gw ngebaca nih buku sambil nonton drama korea. Jadi… salah gw ajah yang ga fokus.

Begitulah, apa pun pengalaman Allan, gw berharap semua itu fiksi. Bukannya kenapa2… gw saking seriusnya ngebaca nih buku, jadi suka lupa kalo yang gw baca bukan berjenis biografi. Akhir postingan, gw kasih 3 bintang buat Allan yang di akhir cerita bersedia ngebantu Indonesia karena presidennya yang ke- 6 dinyatakan sebagai “orang yang sangat bijak dan bertanggung jawab”.

3 Stars

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s