[Review Buku] Letters to Karel

Diambil dari Goodreads

Judul: Letters to Karel
Author: Nazrul Anwar
Cara dapat: Minjem

Resume:
Bagi suami-istri muda yang baru menikah setahun lebih, pastinya tidak terfikirkan untuk menjadi single parent untuk mendidik anak mereka. Tapi, kehidupan bukanlah hal yang dapat diprediksi. Ketika kamu sadar beberapa hal dapat kamu kendalikan, maka kamu juga seharusnya sadar tentang keadaan bahwa lebih banyak hal yang tidak dapat kamu lakukan terhadapnya. Ketika hal yang bahkan tidak pernah kamu khawatirkan mulai kamu temui, apa yang kamu lakukan untuk menghadapinya? Apa yang akan kamu lakukan ketika kamu benar2 menjadi single parent, hanya beberapa menit setelah kelahiran putra yang kamu idamkan keberadaannya? Apa yang akan kamu sampaikan padanya untuk bercerita tentang keberadaan seorang sosok bernama “Ibu”?

Letters to Karel, merupakan jawaban dari pertanyaan2 itu. Tulisan seorang ayah kepada sang anak untuk mengenalkan sosok ibu kandungnya. Agar sang anak menerima kondisinya dengan baik… agar sang anak benar-benar mengenal dirinya. Tapi tidak hanya itu… Sang ayah mengenalkan sosok Ibu dengan mengajarkan sifat kebaikan sosok Ibu dan nilai-nilai pemikiran positif untuk mencari makna dalam menjalani kehidupan.

Opini gw:
Well, gak banyak yang bisa gw komentarin. Gw kira awalnya ini buku fiksi yang diangkat dari sebuah fakta. Terus, temanya tentang orang tua yang menuliskan surat ke anaknya agar sang anak mencari arti kehidupannya. Yah, gw salah… tapi… ternyata, ekspektasi gw yang lebay itu, mendapatkan jawabannya sendiri dengan cara yang berbeda.

Buku ini emang berisi surat-surat seorang ayah single parent buat anaknya yang berumur n bulan (n<13). Entah kapan sang Ayah akan memberikan kumpulan surat itu buat sang anak. Bisa jadi dari dini, bisa juga sampai sang anak menanyakan sosok ibunya pada sang ayah. Kapan pun itu, nilai-nilai yang terkandung di buku ini dapat diambil oleh orang-orang yang memiliki keimanan yang sama kapan saja. Surat untuk Karel memang diperuntukkan bagi Karel, tapi hikmah dari setiap kata dari kumpulan surat itu diperuntukkan bagi siapa pun. Nilai-nilai perjuangan, sifat cukup, rendah hati, dan arti dari keikhlasan.

Buku ini, pas ngebacanya, gw ngerasa ada kesan2 “ceramah” di sini. Tapi, pemilihan katanya membuat ceramah ini enak buat dibaca. Menggurui… itu pasti! Tapi nilai positif yang ditawarkan dari setiap cerita membuat setiap kata memiliki nilainya sendiri. Seolah setiap orang berbicara dalam satu bahasa universal yang sama.

Buat gw, buku ini terkategori berat… karena, gw bukan tipe yang relijius. Kalo pun gw relijius, gw pasti akan menentang buku ini. Entah apa pembenaran gw buat hal itu… gw juga gak tau, karena faktanya, gw cukup menikmati ngebaca nih buku. Jadi, buat yang berbeda paham ama penulisnya, dan gak berfikiran luas2 amat… pleaaasse, jangan baca bukunya. Bakal sia2 yang kamu dapatin.

O iya, gw agak kurang bisa nerima surat ke-35. Satu dari banyak hal yang agak sulit gw terima… Tau kan?! Ada beberapa orang dengan keimanannya, dan ada pula yang memegang prinsipnya. Dan mungkin, gw cuma gak sepaham… tapi… surat ke-35 toh bukan cerita hidup gw. Jadi yaaa… gitu deh.

Bukan tipe buku yang bisa kamu baca di waktu senggang sambil nyambi sesuatu. Dan, buku ini sebaiknya kamu miliki. Katanya mahal c… tapi buat yang sealiran, buku ini kayaknya layak banget buat dimiliki. Karena, ketika dihadapkan pada satu hal, kita bakal lupa pada hal lain. Dan ketika kondisi lupa melanda, buku ini bisa jadi pengingat untuk kamu, kalau dalam hidup ini… banyak hal yang terjadi… tapi, hanya satu hal yang bisa kamu lakukan untuk menyikapinya.

Typo?! Minimal! Ada beberapa halaman dengan kesalahan ketik. Tapi umum lhah… gak terlalu penting. Lagipula, ada satu pelajaran yang gw ambil abis membaca salah satu buku terjemahan dari Penerbit Haru… Kalo emang bukunya udah bikin “capek” duluan, sebagus apa pun pengaturan tata tulisnya, gak bakal bikin tuh buku jadi cukup worthy buat dibaca. Kecuali buat dosen/guru Bahasa atau editor kali yah… Dan buku ini?! Minimal typo dengan pemilihan kata yang tepat!

Okeh, segitu aja… Sebagai penutup, 4 bintang gw kasih buat Ayah Karel dan nilai-nilai kehidupan yang diajarkannya melalui kumpulan surat bermakna.

4 Stars

Advertisements

2 thoughts on “[Review Buku] Letters to Karel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s