[Review Buku] Cheer Boy!!

Diambil dari Goodreads

Judul: Cheer Boy!!
Author: Ryo Asai
Penerbit: Penerbit Haru
Halaman: 428

Resume:
Ketika kamu tidak merasa sanggup melakukan sesuatu, tapi kamu tahu kamu mengagumi seseorang untuk terus melakukannya… Maka, “memberi dukungan” adalah aktifitas yang bisa kamu lakukan sepenuh hati sebagai gantinya.

Hal itulah yang dirasakan Haruki sebagai atlet judo. Haruki merasa tidak memiliki bakat untuk menjadi atlet judo. Ia merasa judo hanyalah sebuah takdir yang harus dijalani karena ia dilahirkan dari sebuah keluarga yang memiliki dojo sebagai tempat latihan atlet judo. Tetapi, ia selalu mendapat semangat yang besar ketika melihat kakaknya beraksi dalam pertandingan judo.

Di saat Haruki merasa terpuruk, dan memutuskan keluar dari klub Judo, Kazuma, sahabat Haruki, telah menemui pelatih untuk mengundurkan diri dari klub judo dan membuat kegiatan lain atas inisiatifnya sendiri. Haruki merasa kaget atas pengunduran diri ini. Terlebih, ia mengetahui bahwa Kazuma menyatakan pada pelatih bahwa setelah pengunduran diri Kazuma, maka Haruki akan menemui pelatih untuk menyatakan hal yang sama. Pertengakaran kecil pun terjadi di antara keduanya. Sampai Kazuma memperlihatkan selebaran kuning berbau citrus, dan mengajaknya untuk bergabung ke dalam kegiatan yang akan ia bentuk….yaitu… Cheerleader boy.

Kazuma memiliki alasannya sendiri terhadap hal ini…. dan Haruki pun menjadi anggota pertama yang bergabung. Diikuti dengan Mizoguchi juga Ton. Kegiatan ini mereka lakukan dengan sarana yang seadanya. Setiap usaha merupakan perjuangan…. sampai akhirnya mereka beranggotakan 7 member dan dapat menampilkan perform yang menghibur di festival universitas.

Perekrutan anggota kembali dilakukan setelah acara festival dilangsungkan, dan terkumpullah 9 anggota baru untuk melakukan kegiatan cheerleading. Total 16 member, dan 1 pelatih. Jumlah yang cukup untuk mengikuti turnamen nasional. Seiring perubahan anggota, tujuan awal pun berubah, mulai dari “pemberian dukungan yang menghibur“, menjadi kegiatan serius yang tidak lagi “semenyenangkan” tujuan awal. Tapi… di balik itu semua, mereka mempunya tekad untuk melakukan pembuktian dari eksitensi diri mereka…. dan kegiatan serius itulah jawaban yang dapat mereka berikan. Untuk ini, mereka berusaha sekuat tenaga untuk mencapainya.

Faktanya, cheerleading adalah olahraga pemberi dukungan yang butuh dukungan. Ketika sesama anggota saling bertolak belakang dan menyimpan masalahnya masing-masing… apakah tujuan untuk menampilkan eksistensi diri itu dapat menemukan jalannya?

Opini gw:
Well, gw gak tau ini J-lit pertama yang gw baca atau enggak… tapi yang jelas, ini novel J-lit pertama yang gw baca, dengan tulisan J-lit di sampulnya. Dan gw merasakan…. ketidaknyamanan. Entah karena translasi atau apa, yang jelas… gw gak nyaman ajah. Pembacaan dari halaman awal sampai akhir, bukan hal yang bisa gw nikmati. Tapi… yaaa, namanya juga pengen ada tulisan di mari. Musti baca sampai akhir dunk. Jadilah gw tetep baca sampai akhir.

Ternyata, 1/6 bagian ke belakang, gw cukup menikmati ceritanya… walo gw masih ngerasain ketidaknyamanan yang sama. Tapi kadarnya kurang… jadi yaaa cukup lah. Kalo diliat2 dari progress baca yang gw post di goodreads, kayaknya c ketidaknyamanannya karena ambiguitasnya yang tinggi. Gw gak tau siapa yang lagi ngomongin apa… banyak kata2 yang gw gak tau artinya… contohnya pas waktu Ibu Haruki bilang sesuatu yang sexy tentang mandi ke Kazuma, gw gak nangkep kesan “seksi”nya itu ada di mana. Belum lagi perpindahan scene yang gak pake pengantar apa pun. Gw jadi bingung mana yang jadi kata keterangan, mana yang jadi kejadian sebenernya.

Mungkin itu semua karena alih bahasa kali yah… Kamu tau sendiri ajah Bahasa Jepang kalo ditranslasiin secara kasar ke Bahasa Indonesia jadi kayak gimana. Bahkan, buat nyari padanan kalimat yang tepat pun cukup sulit.

Tapi itu semua cuma satu faktor. Banyak hal lain yang bikin gw gak nyaman secara eksplisit…. diantaranya tentang deskripsi acara “minum-minum”. Agak gak banget kalo ada deskripsi tentang bir… padahal ilustrasi sampulnya begitu kekanakan. Yaaa, gak masalah c sebenernya… karena mereka toh mahasiswa universitas ceritanya. Tapi, tema yang diangkat itu… remaja umur bawah banget. Menurut gw c yah… Belum lagi gambar sampul depannya. Gw malah kira ini cerita setaraf SMP gitu.

Berbekal kebingungan itu juga… gw jadi ngebaca nih buku tanpa adanya ilustrasi gambar di kepala gw. Gak bisa gw bayangin gimana bentuk wajah dari tiap tokoh yang ada. Walopun gw liat ilustrasinya di halaman2 awal, karena ceritanya berasa terlalu remaja, sedangkan tokohnya itu mahasiswa universitas. Satu2nya yang bisa gw bayangin itu cuma tokoh Saku. Dan gambaran yang gw pake, sebenernya juga gak banget. Karena… cuma ini tokoh yang gw anggap bisa jadi cowok imut sekaligus tough (kan ceritanya, pas gabung ke cheer boy, usaha yang mereka hadapi itu gak mudah). Ini nih gambar Saku menurut gw. Alata si ranger merah dari Tensou Sentai. 😀

Gambaran Saku

Ngomong2 si Ranger merah (namanya Yudai Chiba), dia juga meranin Honey-senpai di “Ouran  High School Host Club”. Jadi pas lah ya kalo harus diimajinasiin jadi si Saku. Tapi itu yah… si Saku yang nge-fans banget ama Kazuma… gw jadi agak2 gak banget ngebacanya. Yah, gw emang udah biasa baca fanfic HaeHyuk, tapi gw tetep aja ngerasa aneh pas nemu hal sejenis di mari…

O iya… buku ini minim typo. Paling gak, gw cuma nemu 1 typo pas Sho-kun keingetan ama nasihat dari Domoto-senpai (engg… sorry kalo salah, gw agak2 lupa nama soalnya). Tapi gak ngaruh c ada typo atau enggak kalo narasi sama cerita per scene-nya gak bisa dibayangin ama yang baca. Menurut gw lhoh yaaa.. menurut gw!

Jadi begitulah… awalnya membosankan, dan ternyata di akhir ada hal2 lain yang bakal sayang buat dilewatkan. Deskripsi tentang atmosfir turnamen, nangkep banget di gw, walo deskripsi tentang gerakan2 yang ada di sana, gw gak kebayang sama sekali. Sooo… akhir kata menutup postingan, 2 bintang gw kasi buat para cowok tangguh yang melatih kemampuan akrobat demi mendukung orang2 di sekitarnya.

2-stars

PS: Aslinya, gw pengen ngasi 1 bintang… cuma karena deskripsi akhirnya lumayan, gw tambahin jadi 2 bintang.

PPS: Pas baca halaman terakhir, gw baru tau kalo pengarangnya, bahkan lebih muda dari kisanak kalambe. Wooowww.. masih muda aja bukunya udah diterjemahin ke dalam bahasa lain. Bahkan pernah dapat award. Gw iri! Makin pengen ngurangin 1 bintang buat nih buku 😛

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s