[Review Buku] Mencari Matahari

Diambil dari goodreads

Judul Buku: Mencari Matahari
Author: Gola Gong
Cara dapat: Pinjem
Penerbit: Zikrul Hakim
Halaman: 125

Resume:
Anak Malam… Sebuah nama yang tidak lazim untuk melekat kepada seorang pemuda berusia 20 tahunan. Tapi begitulah ia dinamai oleh Ibunya, seorang gadis yang terjerumus dalam kehidupan malam. Anak Malam lahir tanpa seorang ayah dan mulai mencari jati dirinya ditemani oleh kehidupan malam. Anak Malam membenci siang hari. Ia benci ketika matahari membakar kulitnya yang pucat karena gen yang ia bawa. Ia benci ketika matahari menerangi wajahnya yang membuat ia makin dikenali. Ia membenci siang, tapi ia tetap mencari matahari dalam kehidupannya yang kelam.

Opini gw:
Well… buku ini terlalu tipis untuk dibaca dalam waktu seharian. Tapi itulah yang terjadi buat gw. Satu-satunya yang gw betah membaca buku ini adalah menyelesaikannya. Bukan untuk mengetahui isi cerita, tapi cuma untuk namatin nih buku. Buat nambah daftar “read” di goodread ajah.

Ceritanya standar, bahkan berlebihan. Cerita dimulai dari seorang gadis yang dijerat dalam kehidupan malam oleh kekasihnya. Dengan iming-iming menjadi penyanyi, si gadis yang di akhir buku diketahui bernama Nurlela, harus melakukan hal yang dilarang oleh agama yang ia yakini. Ketika ia mengandung anak dari kekasihnya, ia pun ingin berhenti untuk membenahi dosanya. Keinginan yang besar untuk tidak lagi menambah dosa-dosanya membuat ia harus mengambil keputusan untuk membunuh ayah dari bayinya.

Bayi tersebut dinamakan Anak Malam. Anak Malam dibesarkan oleh neneknya, dan diperkenalkan kepada ibunya sendiri sebagai kerabat yang membiayai hidupnya. Selepas SMA, Anak Malam menyusul Tante Nurlela ke Jakarta. Dan di Jakarta… Anak Malam mengenal kehidupan malam dan mulai berkarir sebagai penulis. Kedatangan Anak Malam yang pertama kali di Jakarta tidaklah mulus. Ia harus berurusan dengan sopir taksi tembak, dan menjadi orang paling dicari untuk dibina…sakan oleh para sopir taksi tembak. Dan di akhir puncak hidupnya, Anak Malam harus terbaring di rumah sakit karena OD.

Begitulah cerita yang tersaji. Itu belum semua c.. Masih ada tokoh Gandhi, Bang Ucok ataupun Ami yang menjadi penghias hidup Anak Malam. Tapi yaaa gw ngerasa mereka penghias doank. Belum lagi si penelepon yang namanya kalo gak salah ada kata “Senja”nya.

Overall, gw gak suka ama ceritanya. Bintang satu gw sematkan buat buku ini. Tapi, gaya penceritaannya yang unik, bikin gw berbaik hati buat nambahin satu bintang lagi. Cara penjelasannya lucu. Maju mundur, dan di akhir buku… ternyata itulah awal cerita.

O iya, buku ini kalo gak salah buku dua dari sebuah serial yang entah apa (info dari temen). Tapi gw gak ngerasain ada yang kurang walo cuma baca buku dua-nya. Dan untuk yang belum baca, jangan tertipu ama gambar cover depannya. Harapan yang gw dapat dari covernya yang imut dan lucu, ternyata gak berbalas apapun. Gw kira ini buku yang bakal dikemas dengan nuansa lucu dan penuh lelucon garing ala buku blog yang sempat nge-trend dulunya. Walaupun di cover tertulis kalimat: “Kisah seorang anak malam yang tersesat dalam kehidupan malam yang penuh dosan dan akhirnya dia bertaubat“, tapi gw mengabaikan itu. Gw tetep ngira ini buku blog dengan cerita yang gak lazim. Tapi ternyata enggak. Buku ini serius banget.

Dan satu hal yang harus dipastiin, buku ini gak pantas dibaca sama anak-anak. Usia minimal… 20 tahun lah…

Singkat kata, seperti yang udah gw tekankan… 2 bintang untuk Anak Malam yang menemukan Rembulan sebagai pengganti Matahari.

2 Bintang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s