Review Buku: Beauty Case

Beauty Case
Judul: Beauty Case
Penulis: Icha Rahmanti
Jumlah Halaman: 286
Penerbit: Gagas Media

Jadi ceritanya, setelah gw namatin Teka Teki Terakhir, gw dapat pinjaman 3 buku karena minjemin buku Teka Teki Terakhir ituh. Salah satunya yaaa… si Beauty Case ini. Awalnya c cuma nanya punya buku apa yang bisa gw pinjem… Tapi ternyata gw gak nemu genre gw di rak bukunya. Kayaknya c tipe bacaan kita beda c yah. Tapi akhirnya gw dipinjemin 3 buku rekomendasi yang menurut dia berstatus “Must Read”. Sooo… Langsung ajah yak.

Resume:
Nadja Sinka Suwita. Cewek pelupa berusia 25 tahun dan merupakan lulusan cum laude dengan IPK 3,51 ini merupakan sosok “chick” pencari cinta di tengah glamornya kehidupan ibukota. Nadja memiliki 2 sahabat, Budi dan Dian. Budi, sosok pria metropolis dengan kemewahan yang ia miliki…. dan Dian, wanita dewasa yang berfikiran modern, tapi juga berlaku “tradisional moderat” dalam waktu yang sama.

Kehidupan Nadja bisa dibilang berantakan. Terutama dari sisi finansial dan kisah cinta. Sebagai freelancer yang tidak memiliki pengaturan finansial yang baik, Nadja merupakan sosok pembelanja impulsif. Walaupun ia menolak kenyataan tersebut dengan berdalih bahwa ia hanya hobi belanja. Sedangkan untuk cerita cinta, Nadja merupakan wanita yang baru saja bertemu dengan sosok love at the first sight untuknya. Sayangnya, sosok tersebut tidaklah available dan Nadja harus bersaing dengan wanita paling sempurna dari definisi kecantikan yang relatif sekaligus absolut.

Di tengah hidup dan kehidupannya yang “meriah”, Nadja belajar banyak hal…. dari sahabatnya, Dian dan Obi. Dian yang bijaksana tapi selalu mengeluh karena harus menutupi aib dari atasannya, dan Obi si tukang pesta, yang ternyata bisa bersikap dewasa ketika harus memikirkan tentang masalah keluarganya. Tapi bukan hanya dari mereka… tapi juga Max, sosok yang mendapat penilaian rendah dari Nadja. Dan di akhir cerita… Apakah Nadja akan menemukan kisah cinta-nya?

Opini gw:
Well, ngebikin resume buat novel ini…. buat gw, ada dalam level tingkatan tiga-tertinggi-dari-definisi-sulit. Bukaaannn~~ bukan karena novelnya yang jelek. Lumayan OK menurut gw malahan. Yap! Ini bukan kayak blogger buku lain yang ngerasa sulit buat ngeresume buku karena bukunya itu sangat2 parah. Tapi karena gw ngerasa topik bukunya terlalu lebar buat dijabarin. (iya! lebar! bukan luas!!).

Intinya, buku ini bercerita tentang kehidupan cewek metropolis yang ketemu sama orang yang dia rasa sebagai orang yang tepat untuk mengisi kisah cintanya. Dan ternyata, sosok tersebut merupakan ponakan dari tokoh politik terkenal yang jadi presiden. Di tengah masa pedekatenya, si cewek mencoba untuk belajar banyak hal tentang politik. Padahal bacaan sehari2nya cuma majalah GALS.

Hidup si cewek juga dibumbui oleh kisah dua BFF-nya. Best friend forever. Sahabat cewek yang selalu ada buatnya, dan sahabat cowok yang sangat pandai membuat kemeriahan dimanapun ia berada. Selain itu, dari sahabat cowoknya lah si cewek bisa mendapatkan pekerjaan freelance dengan bayaran yang (kayaknya) tidak sedikit. Ia berbagi cerita tentang sang kecengan dengan dua sahabatnya itu. Berbagi suka dan duka.

Cerita terus berlanjut sampai ikatan persahabatan mereka mulai retak satu per satu. Dan di tengah cerita, muncul pula sosok sang mantan yang menambah kepedihan dari cerita kehidupan yang ia hadapi. Hampir di akhir cerita (ini bagian yang paling gw sukak), ada cerita tentang trophy dan cinta. Dan ada jugak pembahasan tentang definisi dari kecantikan. Ternyata definisinya tidak se-simple joke pasaran yang menyatakan kalau “Cantik itu relatif, tapi jelek itu mutlak!”.

Dan begitulah ceritanya…. Gimana? Udah cukup menggambarkan isi cerita?? Yah, gw harap gitu.

Jadi… ini penilaian gw. Untuk cerita, gw sukak c yah. Gw sukak penuturan dari author-nya, dan gw juga sukak cara baru mendeskripsikan alias… yaitu pake kata “slash”. Iyah.. beneran slash! Lucu… Dan gw jugak sukak karakter tokohnya yang blak2an. Yang jujur ama dirinya sendiri. Yah, ia memang licik, tapi cukup jujur untuk mengakui perasaannya ama diri sendiri. Terutama di bagian Max nasihatin si karakter cewek tentang sebuah trophy. Jadi, ada orang yang jadi pacar seseorang karena ia memang ingin menjadi trophy yang ingin diperebutkan oleh orang banyak. Dan pas ia ditanyain tentang kemauan dia yang ingin ngerasain jadi trophy… dia ngaku ajah kalau dia mau. Gak banyak orang yang mau ngakuin hal itu sehabis dia dinasihatin masalah ini. Gw pikirnya c gitu.

Tapi… gw gak sukak ama candaan yang penuh dengan kata shit, anjing, babi de el el, de es be. Very2 Jakarta! Bukannya gw mau bilang kalo orang2 di Ibukota penuh dengan mulut yang gak beradab lhoh yah… Bukan! Gw cuma ngerasain hal yang sama pas gw di Ibukota. Itu ajah. Awalnya c risih… tapi lama2 jadi biasa. Saking umumnya makian itu gw dengar. Anggap lah ya gw salah gaul di Ibukota, tapi yaaa gitu deh. Dan dengan ini, keenggaksukaan gw buat candaan yang biadab itu gak beralasan sama sekali. Ini kan chicklit. Kehidupan seorang chick di tengah kehidupan metropolis. Apa yang bisa gw harapin coba??!

Belum lagi tentang pemikiran2 yang terlalu modern dan sangat “chick”. Gw yang berfikiran kolot, agak2 gak nerima yang ditulisin di buku ini. Tapi itu gak jadi alasan buat gak nikmatin cerita yang disuguhin c yah. Terutama di cerita trophy dan diskusi tentang arti kecantikan. Hehehe… lagi2 yah… Ya mau gimana lagi, emang kayaknya itu yang paling menarik buat gw.

Namanya jugak chicklit c yah… Jadi jangan heran kalau ngebaca brand2 yang kayaknya lumrah buat diketahui di cerita ini… even gw gak pernah denger ada brand kayak gitu. Terutama tukang pangkas rambutnya. Itu beneran ada yah?? Tauk deh… Dan excuse gw, gw kan cowok… wajar gw gak tau.

Dari segi cover c unik, walo dari awal sampe akhir, kaitannya ke cerita itu dikiiiit banget. Yaaa buat yang bisa nyambungin c bisa ajah ada kaitannya. Tapi, untuk ngangkat “kata mutiara” kalo kehidupan merupakan sebuah kontes kecantikan yang nyata, buat sebuah cover… gw rasa c… agak kecepatan. Karena ekspektasi gw ngeliat covernya, yaaa emang ini cerita tentang kontes kecantikan berupa beauty pageant beneran yang berlanjut ke dunia nyata. Bukan secara “filosofis” kehidupannya.

Dari content, ada beberapa kertas deluxe yang melengkapi pergantian bab. Seolah2 itu kliping dari majalah GALS yang dipunyai ama si tokoh utama. Menarik c yah…

Overall, gw sukak… tapi tetep gak bisa bikin gw menggebu2 buat namatinnya. Satu2nya alasan gw ngebaca nih buku ampe larut malam, gak lain gak bukan karena ini buku pinjaman. Gak mau dilama-lamain di gw daripada lupa balikin. O iya, buat kepemilikan… sifatnya relatif. Kalo kamu udah tau duluan tentang yang namanya trophy2an dan hubungannya ama kisah cinta, buku ini bisa kamu simpan buat ingetin kamu bahwa itu bisa jadi kejadian di kamu. Tapi buat yang udah pernah ngalamin, kayaknya… buku ini biasa ajah. Jadi cukup tau ajah ceritanya. Gak usah menuh2in lemari buku.

Begitulah~~ jadi… sekarang putusannya! Dua bintang buat kisah chick beserta taburan pesan moralnya.

2 Bintang

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s