Review Buku: Spring in London

Buku ini baru ajah gw tamatin kemaren setelah bela2in begadang ampe dini hari yang nyebabin gw ngantuk tingkat karyawan lembur di kantor. Dan makin ke sini makin gak tahan buat bikin review-nya. Dan seperti ke-3 buku lain pendahulunya, buku ini gak gw tampilin profilnya. Langsung ajah yah…

Resume:
Danny Jo, aktor tampan yang memiliki minat untuk menjadi sutradara harus beradu akting di sebuah MV (music video) temannya dengan seorang model cantik bernama Ishida Naomi. Ishida Naomi sendiri, merupakan saudara kembar dari Ishida Keiko yang menjadi tokoh utama wanita di novel Winter in Tokyo.

Pertemuan mereka tidak bisa dibilang mulus karena Naomi yang selalu menghindar dari laki-laki dan terlihat ketakutan saat menatap Danny. Profesionalitas mereka sangat dituntut selama 3 hari, saat mereka harus bekerja sama. Di satu pihak, Naomi harus meredam rasa takutnya pada Danny. Dan di lain pihak, Danny yang harus menerima perlakuan Naomi yang sangat menghindarinya. Hanya saja, perhatian Danny dan cara Danny untuk mengambil perhatian Naomi membuat benteng yang Naomi bangun karena masa lalunya dapat dilalui dengan mulus oleh Danny.

Kisah cinta mereka tidak bisa dibilang mulus walau Naomi tampak sangat menyukai perhatian dari Danny. Ketidakmulusan muncul karena Naomi yang tidak menyadari perasaannya pada Danny. Ditambah munculnya Miho Nakajima sebagai  seseorang yang dijodohkan pada Danny membuat rasa cemburu muncul di dalam hati Naomi walau ia tidak mengakuinya. Seiring berjalannya waktu, Naomi merasakan perasaan cinta pada Danny dan Danny makin dalam menyelami perasaannya terhadap Naomi.

Tapi…..

Ketika masa lalu dari Naomi terungkap dan Danny mengetahui segala kondisi di hidupnya, kisah cinta ini dipertanyakan untuk tetap dipertahankan atau diberhentikan.

Opini gw:
Kereeeeeennn!! Buku yang menjadi penutup dari tetralogi season series dari Ilana Tan ini menjadi kenangan indah banget banget banget buat gw. Awalnya semuanya terasa… uhmmm… tidak menyenangkan?! Ya! Mungkin kata tidak menyenangkan kata yang tepat. Awalnya tidak menyenangkan… tapi seiring berpindahnya cerita dari halaman ke halaman, gw terlalu menikmati kisah mereka. Mereka yang saling cemburu, mereka yang saling ingin mengungkapkan isi hati, dan mereka yang saling menunjukkan perhatiannya satu sama lain. Suwwwwiiiiitt!! XD

Cuma ajah, gw agak kesel sama misteri yang ditahan2 di awal cerita. Tau banget kan gw paling gak sukak ama cerita begituan. Kalo emang pengen bikin twisted ending atau mau nyimpen conflict, gw lebih sukak yang smooth. Kasi red-herring sekalian, daripada nyimpen2 bikin penasaran gitu. Well, bukan lebih ke penceritaanya yang cupu… tapi lebih ke rasa penasaran gw yang meluap2. Rasanya tuh kayak nunggu episode selanjutnya dari Cinta Fitri season Idul Adha!

Terlepas dari rasa kesel gw… Kisah cinta Danny dan Naomi sangat gw nikmati. Bahkan, pas adegan cemburu2annya, gw jadi senyum2 sendiri. Gw sangat berterima kasih buat Miho Nakajima yang menjadi pemicu rasa cemburu itu. Walau gw sebel banget ama Miho yang pasif saat berkarir, tapi aktif banget pas ngejar cowok.

Banyak kutipan2 ala Western yang gw seneng banget ngebacanya (gw c pengennya nyebutnya ala Inggris… tapi kayaknya c lebih tepat ke budaya Western c yah…). Contohnya, pas waktu Naomi bilang kalo dia masih belum terlalu mengenal Danny untuk memberikan penilaian ke cowok itu. Gini nih kata2nya:

Kurasa aku belum cukup lama mengenalmu untuk bisa memberikan penilaian apa  pun

Kyaaaa~~ cewek tipe gw dah c Naomi ini. Dan banyak kutipan lain yang gw lupa… dan pastinya gak pas jugak kalo gw tulisin semuanya di mari.

Di akhir cerita, semuanya berubah ketika masa lalu Naomi terkuak. Gw c bermasalah sama penyelesaian isu yang dihadapi, yah… tapi apa boleh buat. Gw jugak gak kepikiran hal lain untuk membuat akhirnya membahagiakan. Dan gw jugak sukak epilog-nya. Gak kebayang pengorbanan Danny buat dapetin alamatnya Naomi di Jepang. Gyahahahaha. Gw c udah bertanya2 ajah pas diceritain. Dan seneng banget pas diceritain di epilog 😀 O iya, gw sukak jugak ama covernya 🙂

Kepemilikan buku?! Ranah ini bukan hal yang gw sentuh untuk season series dari Ilana Tan. Jadi.. gw diam. Dan.. sebagai kalimat penutup postingan ini… gw tulisin… “Empat bintang buat happy ending love story di musim semi.”

4 Stars

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s