Review Buku: Winter in Tokyo

Setelah ngebahas 2 buku sebelumnya, Summer in Seoul dan Autumn in Paris, gw akhirnya meneguhkan niat buat namatin buku selanjutnya… yaitu Winter in Tokyo. Bukannya gw sukak banget atau gimana… tapi ini harus gw lakuin biar bisa ngelengkapin Reading Challenge 2014 gw. Buku ini masuk ke daftar nomor 1 dari RC 2014. Memang, gw c nulisnya pengen baca Memoirs of Geisha… tapi, di tengah jalan keinginan gw berubah. Jadi pengen baca Winter in Tokyo… minimal sama2 Jepang lhah. Big role untuk setting tempat, gw c gak yakin. Tapi paling gak, kata Tokyo udah ada di judul tuh. Lagipula… buat si Memoirs of Geisha ini lum gw miliki… lum dapat pinjeman, buntelan ataupun hibahan jugak. So… ya suwdh..

Profil buku bisa kamu liat di sini, dan kamu tau alasannya kenapa gw gak nampilin profilnya.

Resume:
Ishida Keiko, gadis Jepang keturunan Indonesia dengan tiga tindik di telinganya, kedatangan seorang tetangga baru di apartemennya. Tetangga yang bernama Nishimura Kazuto ternyata datang ke Jepang dengan tujuan khusus untuk melupakan sesuatu. Tapi… alih2 melupakan sesuatu yang dilupakannya, Kazuto malah melupakan semua kenangan yang sudah dibentuknya di Jepang.

Kenangan bagi Kazuto adalah Ishida Keiko. Dan hal itu sangat disadari oleh Kazuto. Di lain pihak, Keiko masih terbelenggu oleh masa lalu cinta pertama yang bahkan tidak dikenalinya. Keiko hanya mengetahui ia bernama Kitano Akira. Akira sendiri merupakan seorang dokter di rumah sakit yang dikunjungi oleh Keiko. Ketidaksengajaan pertemuan mereka menjadi awal dari kedekatan mereka berdua.

Keiko yang telah memilih Akira untuk menjadi bagian dalam hidupnya terusik oleh kedekatannya sendiri dengan Kazuto. Hal itu sangat membayangi Keiko, sampai akhirnya ia menetapkan hatinya kepada  Kazuto. Tapiiiii… sayangnya, semua tidak semudah yang bisa ditebak. Kazuto mengalami kecelakaan dan melupakan memorinya tentang Jepang…. termasuk Keiko. Situasi makin memanas ketika masa lalu Kazuto kembali menemuinya.

Dan pasangan manakah yang akan bertahan di akhir cerita?

Opini gw:
Ternyata… agak2 gak salah gw milih buku ini buat RC 2014 nomor 1. Ada kata Tokyo-nya… Dan ada penjelasan tentang Tokyo. Sayangnya, Tokyo bukanlah hal yang dominan di sini. Makanya… salah enggak, gak salah jugak enggak.

Kalo tentang ceritanya… gw c sukak yah. Cuma, gw kesel ajah ada cerita klise amnesia parsial segala. Jadi kepikiran yang enggak2… terlebih gw trauma ama buku keduanya. Oh iya…. seperti biasanya, even ini buku ke-4, ceritanya gak nyambung. Lagi2 cuma ada sambungan karakter ajah.

Ngebaca buku ini kadang bikin kesel sendiri. Bukan kenapa2 c yah… Tapi alur yang lambat membuat semuanya menjadi…. menyebalkan. Belum lagi beberapa kondisi yang sama digambarkan dari sudut pandang yang berbeda. Owhh goshh! Gw penasaran!! Ngerti gak c??! Gw pengen cepet2 tau endingnya gimana… Tapi, dibanding sebuah kelemahan, mungkin itu bisa disebut kelebihan c yah. Beberapa bilang ceritanya gak membosankan. Gw setuju c, tapi nyebelin ajah. Dan jangan lupakan gw masi trauma ama buku yang kedua.

Begitulaaaahhh~~ akhirnya… gw kasi 3 bintang untuk buku yang menawarkan happy ending dengan latar tempat yang ingin (dan bakal) gw datangin.

3 Stars

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s