[Review Buku] Kekasih Marionette


Judul: Kekasih Marionette dan 12 kisah lainnya
Author: Dewi Ria Utari
Jumlah Halaman: 142 halaman
Tipe: Paperback
Cara Dapat: Minjem perpus

Udah lama banget gak nulis review, dan rasanyaaaa… biasa ajah! Oke, singkat postingan, review sekarang tentang buku yang judulnya “Kekasih Marionette dan 12 kisah lainnya” yang gw dapat pinjem dari sebuah perpus (dan jangan tanyain perpus mana)….

Intinya, dalam buku ini terdapat 13 cerpen, kayak yang disebutin di judulnya. Setiap cerpen punya tokohnya masing-masing yang gak terkait satu sama lain… Beberapa dari cerita ini beneran cerpen. Yang kalo dibaca gw gak ngerasain moral apapun yang diangkat di dalamnya. Yah, cuma cerita. Walopun, kayaknya…. kayaknya lhoh yah…. setiap cerita sarat makna! tapi sayangnya, gak bisa gw ekstrak dari setiap tulisan yang dituliskan ama tante Dewi. Kenapa gw mengasumsikan gitu?! Yaaa, karena bahasanya puitis, dan (menurut gw) berbelit2. Gw musti baca beberapa kalimat untuk mendapatkan maksud dari kalimat tersebut, yang biasanya berakhir sia-sia. Yahh, you could blame the shallow of my mind instead of the stories in this book!

Beberapa cerita dari buku ini ada yang akhirnya gantung, ada jugak yang enggak… dan ada jugak yang nyediain semacam twist-di-akhir-cerita ala tag 100 kata dari situs kemudian.com. Sayangnya, kejutan di akhir cerita itu gak cukup mencengangkan buat gw. Bukaaaan, bukan karena gw berhasil nebak endingnya… tapi lebih ke gw yang kesel karena ceritanya jadi kayak cerita detektif dengan terlalu banyak red herrings… dan itu menyebalkan. Seolah2 isi cerita tuh red herrings semua tanpa clue sama sekali. Bahkan, sifatnya sangat sangat sangat bertolak belakang. Gak sinkron! Contohnya ajah cerpen “Hari Kelima”…. hhh, gw sangat menyangkan deskripsi awal yang bertolak belakang dengan akhir cerita. Gimana bisa seorang soliter punya …… (eh, gw berenti deh, takut spoiler).

Belum lagi, gw agak kurang senang ama pencampuran deskripsi dari orang ketiga yang melihat semuanya. Narasinya puitis, dialognya gak baku sama sekali. Gw c pengennya seragam ajah. Kalo mau baku plus puitis dan mengesankan misteri, yaaa sekalian ajah dialognya dibikin gitu jugak… tapi dengan kata2 yang lebih casual. Kalo di sini, kesannya yang atu gaul, yang atu kaku. Gak cocok! Sebenernya cocok2 ajah c yak kalo akhirnya benar2 mengejutkan (dan even gak mengejutkan, bahasanya uniform) macam cerpen 100 kata yang bisa gw baca dengan gratis tiap saat.

Intinya, gw biasa ajah dengan novel ini. Bukan karena ceritanya, bukan karena penceritaannya, tapi lebih ke gw yang ngerasa it’s not my cup of tea. Tapi berhubung di goodreads ada yang bilang ini bagus de el el de es be, daripada gw dihujat ngasi 1 bintang cuma karena preferensi pribadi, akhirnya gw ngasi 2 bintang buat kumpulan cerpen ini.

2 Bintang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s