Sebel [!](?)

Kadang2 gw c agak risih buat idup gw kalo didampingi ama orang2 yang… uhmmm… entahlah, gw juga gak ngerti kata2 yang tepat apa… tapi yaaaa… orang2 itu menyebalkan buat gw. Dan gw risihnya bukan kenapa2… gw risi karena gw gak nemu alasan buat sebel ama orang itu.

Yang namanya akibat, pastinya punya penyebab. Dengan menganalisa penyebab, biasanya bisa ditemukan yang namanya masalah. Dan dari masalah itu, bisa jadi dicari solusinya. Minimal kemungkinan solusi lhah walo selesai-ato-gak-selesai-nya suatu masalah, bukan jaminan dari sebuah penemuan solusi. Tapi paling gak bisa meminimalisir rasa sebal itu.

Sayangnya, sekarang yang gw hadapi yaaaa… rasa sebal itu sendiri. Dan gw gak punya alasan apapun untuk ngerasa sebel. Even temen2 gw ngerasain kesebalan yang sama dengan gw. Entah kadarnya… yang jelas sama2 ngerasa sebel!! Gw gak tau tepatnya apa, yang jelas bawaan yang ada memang gak menyenangkan.

Awalnya gw kira karena gw ngerasa direndahin. Tapi well… sejauh ini itu gak terbukti. Terus gw ngira2 karena dia kebanyakan ngeluh. Sayangnya, gw adalah orang paling tahan untuk nerima keluhan orang lain… Karena, selama itu gak ngaruh di gw, itu gak bakal berarti apa2 buat gw. Di satu pihak gw mendengarkan, dan pihak lain gw mengabaikan. Atau bisa jadi karena gw ngerasa dia tuh terlalu idealis, sedang gw… enggak. Well, ketidakcocokan antara idealis dan non-idealis bukanlah ranah gw. Gw selalu mencoba untuk berfikir “All is Well” dengan fakta real yang gw temui. Jadi lagi2 itu bukan alasan, karena dengan prinsip gw….gw jadi punya kecendrungan untuk berfikir ideal di tempat yang bisa dibilang gak ideal. Suka ngegosip?! Hmmm… entah, gw c biasanya seneng denger gosip2 gak jelas gitu….

Sikap dominan?! Hmm… bisa jadi… tapi interaksi gw terhadap kelompok dominan bisa dibilang minimal karena gw suka lari dari masalah dan orang dominan gak suka itu. Jadi secara teknis, gw gak suka orang dominan karena orang dominan gak suka ke gw lebih dulu. Semacam hukum reaksi gitu…. Yaaaa, dan gw juga tau kok! Sebagai individu yang bertindak dengan pikirannya sendiri, gw seharusnya memberi aksi dan bukan reaksi. Tapi seperti yang kamu semua ketahui, gw bukan dalam kelompok seperti kebanyakan orang yang seharusnya. Jadi lagi2 alasan terakhir bisa diabaikan, karena itu bukan masalah gw…. tapi masalah dia yang gak sukak ke gw.

Jadi dari segala pelontaran alasan itu, gak ada satupun yang terjawab. Tapi kamu tau kan?! Yang namanya akibat, membutuhkan suatu sebab sebagai sebuah pembenaran. Jadi… ini spekulasi gw!…

Mungkin yang ada, gw mengabaikan setiap pelontaran alasan karena sifatnya minimal dan bisa gw tolerir. Sayangnya, alasan yang bisa gw lontarkan terlalu banyak dan mengakumulasi menjadi suatu nilai keburukan yang lebih besar dari nilai yang sedikit tadi. Dan karena itulah gw bisa jadi sebal tanpa alasan.

Jadi guyzzz… kalo kamu bingung kenapa kamu membenci seseorang tanpa suatu alasan yang kamu juga gak tau apa… gw cuma bisa menyampaikan kata selamat datang!

Yap!! Welcome to the club, Bro! šŸ˜€

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s